Selasa, 21 Februari 2012

Maintenance 01

Dear Readers,
Saya seorang praktisi dan sejak 2002 memulai karir di dunia maintenance. Diawali dengan bekerja di PT. Trakindo Utama Grasberg area pertambangan Freeport, dan sempat berkarya di negri Arab pada perusahaan konstruksi yang mana sangat membutuhkan beragam jenis alat dari mulai Quiver (alat pengering welding electrode) sampai Track Dozer, dan bekerja pada perusahaan pengeboran Oil/Gas/Geothermal masih di dunia maintenance karena banyak variasi equipment yang benar-benar harus dirawat dari mulai Degasser, drawwork, cellar pump, mud pumps, dsb. Saat ini sayapun masih bekerja sebagai praktisi di dalam dunia maintenance yang lebih specific kepada aspek technical untuk Komatsu Hydraulic Excavator 24m3 bucket di dunia pertambangan batubara. Ok saya kira cukup perkenalan saya terhadap jenis industri yang telah saya lalui dan entah kemana lagi akan berlabuh, tetapi tentunya semua itu saya lakukan dengan mengutamakan kredibilitas dan pembelajaran dengan kesungguhan.

Awal dari pembicaraan kita mengenai maintenance rasanya sudah tidak asing lagi di telinga kita tentang hal ini. Jika kita berbicara tentang Ilmu Perawatan (Maintenance) dan bagaimana kita memahaminya kita bisa mulai dengan 3 pertanyaan dasar, antara lain:

1. Apa yang dirawat?
2. Siapa yang merawat?
3. Kenapa dirawat?

3 pertanyaan diatas menggambarkan bertapa pentingnya analisa sebelum kita melakukan penerapan jenis perawatan yang sesuai dengan tujuan bisnis tertentu.Di perusahaan manapun yang namanya perawatan adalah Cost Centre, tidak pernah menjadi Profit Center. Bahkan seperti perusahaan yang bergerak di bidang maintenance pun seperti Trakindo,United Tractor, Hexindo, dsb, perawatan terhadap asset2 merekapun itu merupakan wajib belanja yang harus mereka korbankan. Jawaban dari soal diatas akan saya jabarkan dalam petikan dibawah ini:

1. Apa yang dirawat.
Ini adalah powerful question yang memfokuskan cara perwatan kita. Jika yang dirawat itu manusia, maka resiko assetnya menjadi tak terhingga harganya. Jika yang dirawat itu benda, kita ambil contoh saja pensil maka tingkat resiko kerugiannya tidak sebesar merawat manusia. Kendala dalam menentukan jenis perwatan berdasarkan 2 jenis asset ini adalah menentukan jenis masalah yang timbul oleh kedua asset ini. Dalam ilmu perawatan, biasanya jenis asset yang dirawat itu bertujuan untuk menentukan resiko. Pertanyaan apa yang akan dirawat harus diikuti dengan pertanyaan bagaimana jika asset itu rusak dalam kurun waktu tertentu, berapa kerugiannya. Di dalam dunia pertambangan yang sudah saya geluti selama 8 tahun terakhir, merawat alat pengeruk dan truck menjadi sangat vital terhadap kelangsungan percepatan produksi bahan tambang. Dalam 1 jam sebuah excavator 24m3 bucket dapat melakukan pass (load to dump truck) sebanyak 15-20 passes, artinya jika unit tersebut rusak dalam 1 jam sudah jelas kerugian yang akan ditanggung yaitu 20x24m3=480m3 loss production dan perhitungan akan berlanjut kepada berapa nilai harganya.

2. Siapa yang merawat.
Perawatan yang dilakukan harus mempunyai persiapan sparepart dan tenaga ahli yang melakukan perbaikan. Oleh karena itu perlu adanya sistem organisasi yang efektif dan intregated. Harus dibuatkan satu department/group untuk melakukan maintenance, saya boleh bilang disini bahwa warehouse dan logistic itu termasuk didalam fungsi maintenence. Organisasi dari satu group maintenence itu bisa terbagi dalam bagian-bagian besar seperti Maintenance Field Operational (MFO), Planning, dan Maintenance Strategic Analyst (MSA). Jika perawatan itu merupakan main support terhadap suatu bisnis yang besar maka bisnis perawatan harus diperlakukan seserius mungkin. Team MFO ini melakukan perbaikan dan penyampaian informasi terhadap customer/asset owner. Target mereka adalah kecepatan dan keselamatan dalam perbaikan. Planning team juga memgang peranan oenting dalam menimimalisir durasi perbaikan yang akan dilakukan, persiapan sparepart dan apa2 saja yang harus diperbaiki adalah fungsi utama dari planner. Planner adalah orang yang mempunyai rencana dan dia tahu cara mewujudkannya dalam segala aspek seperti siapa orang yang tepat untuk melakukan perbaikan, spare part apa yang tepat berdasarkan informasi oleh team MFO, dan pemantauan umur komponen dari asset yang bekerja. Team MSA ini lebih kepada sutradara dari sebuah film, dia menganalisa semua aspek teknis dan bisnis apakah layak suatu jenis perawatan itu dilakukan, apakah ada solusi perawatan yang lebih berkualitas dan lebih murah, bagaimana agar suatu kerusakan bisa diprediksi oleh team MFO, apa yang harus di cek untuk memastika bahwa asset tersebut dapat dipergunakan sesuai dengan standard factory. Ke 3 team tersebut harus dapat berkolaborasi dengan baik agar kualitas dari perawatan itu baik dan dapat diandalkan oleh customer. Ini merupakan salah satu bentuk pembagian tugas dari sebuah tindakan maintenance agar setiap personel dalam group tidak terlalu terbebani dengan pekerjaan2 yang tidak perlu dan tidak fokus.

3. Kenapa dirawat
Pertanyaan ini memang sedikit menggelitik naluri saya, kenapa pertanyaan ini tidak saya lontarkan pada awal-awal atau pada point 1, tujuan saya adalah supaya setelah membaca point terakhir ini, itulah yang sangat dihafal oleh para readers2 semua..hehe...tetapi memang kadang kita melakukan perawatan yang seharusnya ada cara2 untuk meminimalkan perawatan tentunya dengan kondisi asset yang tetap baik. Pertanyaan ini memang harus sangat kuat kita tanamkan ketika kita membuat suatu kontrak maintenance atau kita bekerja sebagai Maintenance Strategic Analyst. Perawatan memang kadang terlihat sangat paranoid, tetapi rata2 orang/perusahaan melakukan perawatan yang detail adalah karena mereka sangat mengerti akan resiko yang akan timbul jika itu tidak dilakukan. Seperti misalnya, kenapa kita harus membuka valve cover engine yang panas hanya untuk mengecek berapa clearence rocker arm terhadap katup valve, dan hal yang paling sering adalah clearencenya masih normal/masih bagus, tetapi mereka yang melakuakan pekerjaan ini merasa menang dan bangga karena dia sudah melakuakan hal yang bijak. Karena dia tahu resiko yang akan timbul jika ini tidak dilakukan loss compression atau yang lebih fatal lagi kita bisa kehilangan ENGINE secara keseluruhan karena engine block bisa pecah. Sangat jarang orang melakukan perawatan engine dengan mengganti engine block, selalu langsung mengganti engine baru. Hal sepele tetapi berefek besar. Hal-hal ini memang sangat menjawab pertanyaan kenapa dirawat, tetapi ada hal yang mendassar pula kenapa kita harus merawat, yaitu adalah Inspection dan Repair

3 pertanyaan diatas saya kira adalah permulaan sebelum kita membahasan lebih jauh tentang bagaimana perawatan itu diukur prestasinya (KPI) dan Maintenance Best Practice Tips.

Salam Maintenance,
BJD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar